MEDIA, TEMAN ATAU LAWAN
MEDIA, TEMAN ATAU LAWAN
Ketika kita berbicara media dan kaitannya dengan budaya Skinhead, tentunya yang kami maksud adalah media Mainstream seperti TV, Radio dan Surat Kabar, jadi bukan media dalam pengartian lain yang lebih luas seperti Band, Internet, Newsletter, Fanzine dan lainnya. Sangat banyak alasan kenapa kami menolak media Mainstream, tapi di tulisan ini kami akan mencoba menjelaskannya dari aspek sejarah budaya Skinhead itu sendiri dan kaitan serta implementasinya dengan budaya Skinhead yang kini terus berkembang di Tanah Air. Budaya Skinhead sudah eksis dan mendunia selama hampir 40 tahun lamanya dan selama itu budaya ini tidak pernah sekalipun akur dengan media. Tak diragukan lagi budaya ini adalah budaya yang paling menderita dan menjadi bulan-bulanan media. Media telah dengan sukses sekali membunuh karakter budaya Skinhead, mereka dengan kekuatannya telah berhasil menggambarkan Skinhead sebagai sekelompok manusia tak berotak pendukung Rasisme, Fasisme dan pelaku kekerasan yang hampir-hampir tidak mempunyai rasa perikemanusiaan. Telah banyak usaha yang dilakukan oleh orang-orang di dalam budaya Skinhead seperti George Marshall dengan buku-bukunya dan film World Of Skinheadnya untuk membenarkan apa yang salah dari sudut pandang media namun kami berani mengatakan di sini bahwa usaha mereka tidaklah terlalu berhasil. Itu semua terjadi karena media lebih kuat dari mereka, media punya kekuatan dan uang serta jaringan yang dapat membentuk opini publik dan mereka sangat berhasil membentuk opini publik tersebut.
Sudah menjadi sifat dan karakteristik media bahwa mereka hanya akan memberitakan hal-hal yang bersifat sensasional, bahkan jika suatu hal tidaklah sensasional maka mereka akan membuat dan merekayasanya sehingga hal tersebut menjadi sensasional dan punya daya jual. Hal tersebut sebenarnya sangatlah wajar karena pada dasarnya media adalah pedagang informasi yang tentu saja hanya akan menjual barang atau info yang laku di pasaran; jadi jangan pernah percaya dengan pemberitaan berimbang, yang ada hanyalah perdagangan dengan segala intrik-intriknya. Media tidak akan pernah paham atau bahkan setidaknya berusaha paham tentang budaya Skinhead, mereka selalu salah dalam memilih nara sumber dan seandainya mereka benar dalam memilih nara sumber sekalipun mereka pasti tidak berhasil dengan baik mengolahnya, yang mereka buat selalu tentang oplah ataupun ratingnya.
Hanya 3 hal yang menarik dari kebudayaan Skinhead bagi media karena 3 hal ini lah yang mereka pandang punya nilai ekonomi. Ke 3 hal tersebut adalah Musik, Fashion dan Violence/ tindak kekerasan. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh Skinhead tidaklah eksis di Indonesia, kalaupun ada sifatnya sangatlah sporadis, tidaklah masif seperti di Eropa dan di Amerika. Sedangkan Musik dan Fashion sangatlah eksis di Tanah Air. Kedua hal inilah yang akan mereka ekspos habis-habisan karena di Indonesia Skinhead dengan segala musik dan fashionnya adalah hal baru dan setiap hal baru di negara ini pastilah akan menjadi trendy. Lalu apa sih jeleknya jika Skinhead menjadi Trendy? Tentu jelek sekali !! Karena budaya ini akan menjadi sangat murahan, akan terjadi instanisasi besar-besaran karena siapapun yang bisa membeli fashion Skinhead dengan gampangnya mengklaim diri sebagai Skinhead tanpa harus mempelajari sejarah dan esensi budaya ini sesungguhnya dan pada akhirnya budaya yang kita pelajari dan jalani mati-matian ini akan benar-benar kehilangan Esensinya, layaknya yang terjadi pada beberapa “budaya import” lain yang masuk kesini. Singkatnya kita tak mau Skinehad menjadi the Trend After Emo atau Reggaenya Bob Marley.
Hampir 2 tahun belakangan ketertsrikan media dan “orang-orang awam” terhadap budaya Skinhead dan budaya lain yang terkait hubungannya dengan budaya ini terus meningkat. Mulai dari di terbitkannya terjemahan dari Skinhead Nationnya George Marshall dalam bentuk buku “Kaum Skinhead” yang sanagt NGACO…, pemutaran dan pembahasan film Quadrophenia di UI, sampai dengan merebaknya budaya Scooter dengan segasla embel-embelnya akhir-akhir ini. Bahkan lagu Cock Sparrer pun di putar sebagai backsound acara gosip !!! Edankan ?? Karena itulah kenapa kami mengambil sikap Anti dan Menolak media mainstream dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun kami tidak akan berkolaborasi dengan mereka !! Media tidak diragukan lagi karena kami sudah anggap sebagai Musuh Terbesar kami, begitu pula dengan antek-anteknya. Kami tidak percaya dengan pandangan bahwa kita bisa bekerja sama dengan memanfaatkan media, sedikitpun kami tidak percaya akan hal itu !!! Dan bagi siapapun yang percaya akan hal itu bukalah literatur-literatur tentang budaya Skinhead…, pelajarilah…, karena kalian perlu segera di sadarkan !! Lalu bagi siapapun Skinhead yang tidak mau ikut campur dalam masalah ini, waktulah yang akan menjawab dan mematahkan sikap kalian…, suatu hari kalian akan sadar dan tahu siapa yang benar…!!! Dan hari itu mungkina adalah hari dimana kalian menonton tayangan berjudul “GENERASI SKINHEAD” di RCTI..!!! Sayangnya ketika kalian sadar, sepertinya semua itu telah terlambat karena segera setelah itu budaya yang dengan bangganya kalian sebut sebagai Jalan Hidup, sudah kehilangan Esensinya dan semakin menjadi ejekan oleh budaya lainnya di scene. Jadi tentukan sikap sekarang apakah media itu Teman atau Musuh Kalian…!!!
May 16th, 2008 at 4:27 pm
mau gak nulis di blog ku
August 3rd, 2008 at 6:19 am
heheehe…..to much words!!!lo piqir smwa itu gmpang???ngomong siy gampang..nenek2 jg bisa…hahaha…menurut gw pa yg lo tulis smwa sih bener..but,realitas nya??i know u sucker….ga usah munafik cuy!!!gw salut ma pelajaran sejarah & propaganda lo…bagusnya lo jadi kader partai aja!!soalnya doi tuh tukang bokis!!!oops..see ya sucker!!!
August 3rd, 2008 at 6:27 am
pa yg dah lo krjain bwat negara?keluarga?bahkan bwat lo sndiri?AGAMA?NOL BESAR!!PATRIOTIS NASIONALIS TAI KUCING!!!hehehe….niy bukan soal masalah pribadi,but come’on guys!!it’s about LIFE…
October 11th, 2008 at 8:38 pm
band internet newsletter dan fanzine bukan media…????
LULUS SD GAK LO….??????? DENGAN LO TERIAK TERIAK DIJALAN JUGA ITU UDAH SUATU BENTUK MEDIA….
sayang pengetahuan lo dalem tapi gak bisa mikir….!!!!!!!!udah tutup aja blog ini….silahkan publikasiin dengan bisik bisik biar gak ketauan orang lain…kan katanya SKINHEAD AGAINST MEDIA…??bisi ketauan orang, malu ah sama boots…..
October 11th, 2008 at 9:27 pm
HAHAHA
MASIH AJA GOBLOK DI PELIHARA!!
KETAUAN BANGET SIY ORANG BEGONYA !!
JELAS2 UDAH DI BILANG MEDIA YANG DILAKUKAN OLEH ORANG LUAR YANG SOK2 MENGATUR JALAN HIDUP YANG DIA GAG TAUW!!
ATAW JANGAN2 LU BUKAN SKINHEAD TAPI SOK TAU NGATUR2 JALAN HIDUP ORANG??
MALU AH SAMA MONCONG LU!!
QQ BRETEL (MASIH AJAH GAG NGAKUI SAPA LU?? KATANYA SKINHEAD??? BEGO!)
January 13th, 2009 at 12:34 am
bwt bretel : “two thumbs up”
bwt “fuck you”,”skinhead female” : “four thumbs down”
terus menulis….
cheers
January 17th, 2009 at 8:39 am
Cerita yg keren … seperti banyak artikel yg sering di bahas oleh komunitas skinhead dimanapun juga. Bukan cuma indonesia. Salah satu judul yg diminati dan bnyk ditinggalkan. :))
Satu hal yg pasti. Ketika membahas ini, emang harus didasarkan dengan realitas hidup yg ada. Penggunaan media adalah hal yg pasti dalam hidup, tapi budaya skinhead yg di ambil menjadi bahan tontonan dan pemberian kesan/ opini yg merugikan kita … itu harus ditolak dan dilawan.
But, kalo kita mo melawan media dalam bentuk harfiah, cuma bullshit. karena smua yg ada sekarang sebagai sarana indormasi adalah media. Jadi menurut wa neh blog ada baiknya menerangkan apa seh yg kita lawan. Real life kadang bukan aja Skinhead life style … itu kenyataan.
Ada beberapa hal yg harus kita hilangkan, dalam pembahasan penghujatan terhadap orang lain harus ditiadakan. Pelan tapi pasti, berusahalah dingin dalam segalanya.
Kita masih sama … bergerak pelan namun perkembangan skinhead itu pasti. Yg harus diwaspadai, ketika yg berotak berargumen, yg berotot bisa gak di bawa ke arah sana. Jgn sampe pecah karena urusan ginian.
Ato mungkin lebih baik begini … Jalani hidup masing masing. Tanpa ada urusan satu sama lain. Walau itu sulit dalam komunitas keras ini.
Ha Ha Ha ….
Oke de . Moga sukses semua. Tetapkan skinhead ada dihatimu. Cuma kata itu S k i n H e a D.
Gak usah pake yg lain lain. Gak ada faedahnya. :))
January 19th, 2009 at 8:09 pm
komen yang menarik..
tapi masih sama seperti komen2 yang lainnya.
secara harfiah masih saja orang diajarkan untuk segala hal. kenapa tidak belajar bersama sama sehingga apa yang di inginkan dan di ketahui tidak menjadi bagian yang memisahkan antar sati individu dengan individu lainnya.
penjelasan hanyalah menjadi bagian yang membedakan antara orang yang ingin tau dan orang yang sok tau. cobalah untuk mendapatkan informasi tidak dengan hanya mengomentari tetapi mencari dan menggali lebih dalam apa yang ingin diketahui.
hahaha…
pergerakan kita tidak ada lamban ataw cepat..
apa yang kita gerakan itulah pergerakan dalam kenyataan.
pergeraka yang lamban ataw cepat adalah pergerakan organisasi..sedangkan S K I N H E A D adalah jalan hidup.
dari taon 98 smp skrg memang tidak ada namanya skinhead ini atw skinhead itu..cm ada S K I N H E A D..dan smp skrg pun namanya ttp S K I N H E A D…so yg memberi gelar skinhead ini atw itu sapa ya..:-?
cheers
January 19th, 2009 at 8:35 pm
Yeah … untuk beberapa hal yg kamu katakan bener. Tapi untuk disamakan dengan komen yg lain saya gak setuju.
Secara jelas … apa yg kamu katakan juga sama seperti apa yg beberapa orang katakan di taon taon lalu. Dan semuanya kini hilang terlindas jaman. Waktu kadang menunjukkan siapa kita dan kesiapan kita.
Itu terjadi, dan semoga dimasa depan … kita tidak termasuk yg terlindas jaman tersebut.
“penjelasan hanyalah menjadi bagian yang membedakan antara orang yang ingin tau dan orang yang sok tau. cobalah untuk mendapatkan informasi tidak dengan hanya mengomentari tetapi mencari dan menggali lebih dalam apa yang ingin diketahui.”
Saya rasa perjalanan hidup udah cukup ajarkan kita banyak hal. Menggali lebih dalam dengan komentar dan sharing pendapat juga merupakan jalan pembelajaran. Jadi mengkomentari sesuatu itu tidak salah bukan
Terlalu bnyk waktu terbuang … ketika orang berkata saya sesuatu dan yg lainnya menanggapi hal tersebut. Bertimbal balik dan terjadi selisih paham.
Yg akhirnya saya cuma mau berkata, bagi saya mungkin cukup menyenangkan membaca blog ini. Semoga jadi pembelajaran baru buat saya pribadi.
OK… teruskan caramu kawanmu.
S K I N H E A D
Dari jamannya sampai sekarang … banyak yg menggunakan kata ini dan membubuhkan dengan maksud yg berguna untuk tujuan dan pandangan tertentu.
Tak usah di sebutkan, karena cuma menambah bahan gosipan. Ha Ha Ha.
Tak mencari maksud apapun. Semoga cerah selalu Harimu.